• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Kesehatan Ibu dan Anak, antara Komitmen dan Aksi

    Lokakarya Pemetaan Pelibatan Masyarakat Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang diselenggarakan atas kerjasama MCGL (Momentum Country and Global Leadership) di Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam hal ini Bapelitbang Kabupaten Sikka, yang diselenggarakan selama 2 hari sejak tanggal 7 sampai dengan 8 September 2022 di dua lokasi Kecamatan yang berbeda yaitu di Kecamatan Paga dan Kecamatan Kewapante. Adapun program Momentum USAID dibentuk dengan tujuan untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, dengan pendekatan program yang dilakukan tidak hanya pada peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tapi juga termasuk penguatan kapasitas masyarakat untuk mendukung sistem pemantauan dan rujukan ibu serta bayi.

    Pelaksanaan Lokakarya didahului oleh kegiatan pemetaan pelibatan masyarakat mendukung KIA oleh District Facilitator Momentum dan Bapelitbang di 3 Desa di Kecamatan Paga dan 2 Desa di Kecamatan Kewapante yang menjadi sample yaitu di Desa Wolorega, Desa Paga serta Desa Wolowiro (Kecamatan Paga) dan juga Desa Wairkoja dan Desa Iantena (Kecamatan Kewapante). Pada kegiatan di Kecamatan Kewapante, Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka, Ibu Margaretha M. D. M. Bapa, ST.M.Eng hadir dan memberikan arahan dengan menghimbau agar peduli terhadap KIA dan menggiatkan kembali Desa Siaga yang merupakan salah satu bentuk reorientasi pelayanan kesehatan dari sebelumnya bersifat sentralistik dan top down menjadi lebih partisipatif dan bottom up serta mendukung kegiatan Sahabat Sehat untuk meminimalisir kasus yang membahayakan KIA serta berkomitmen untuk memprioritaskan KIA.

    Pada kegiatan ini pula hadir Kepala Bidang PPMD pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka, Bapak Paskalis Paceli, S.Sos yang memberikan materi mengenai penggunaan Dana Desa untuk mendukung KIA dalam hal ini dengan kegiatan Rumah Desa Sehat (RDS) yang secara organisasi akan dibentuk di 147 Desa di Kabupaten Sikka mulai Tahun 2023. RDS yang merupakan sekretariat bersama bagi para pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan di Desa di bidang Kesehatan. RDS juga berfungsi sebagai ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan forum advokasi kebijakan di bidang Kesehatan. Paceli pun menyampaikan berdasarkan regulasi yaitu Permendes PDTT Nomor 16 Tahun 2018, Dana Desa dapat digunakan untuk pembentukan RDS.

    Kegiatan Lokakarya ini pun di lengkapi dengan sharing pengalaman oleh Ibu Minsia selaku Ketua Desa Siaga Desa Wolonwalu yang juga merupakan mantan Kepala Desa Wolonwalu. Pada kesempatan ini, Minsia menyampaikan bagaimana menjalankan Desa Siaga sejak terbentuk dari Tahun 2006 sampai saat ini, walau dengan keterbatasan anggaran akan tetapi tetap peduli dan berkreativitas dalam mendukung KIA.

    Lokakarya ini ditutup dengan diskusi kelompok dan merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi setiap desa dalam wilayah Kecamatan Paga dan Kecamatan Kewapante atas hasil pemetaan yang telah dilakukan yang bertujuan untuk menggiatkan kembali Desa Siaga dan membentuk RDS yang bertujuan untuk mendukung penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Salam

  • 08 September 2022
  • bidangppm
  • Bapelitbang