• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Kekeringan, Wujudkan Sikka Tangguh Bencana

Rabu, (19/06/2024). Bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka (BAPPERIDA) dilaksanakan Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Bencana Kekeringan kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka (BPBD) dengan Yayasan Flores Children Development (FREN) mitra ChildFund Internasional Jakarta. Kegiatan ini buka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha M.D.M Bapa,ST.,M.Eng, dalam arahannya Femmy Bapa sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan FREN yang telah memfasilitasi penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Bencana Kekeringan. Menurutnya perlu dilakukan update terhadap dokumen kajian resiko bencana (KRB), kemudian dibreakdown kedalam rencana kontijensi berdasarkan jenis bencana dengan diurutkan skala prioritasnya.

Senada dengan Penjabat Sekda, Muhammad Karim, Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka menyampaikan begitu pentingnya upaya pemenuhan urusan kebencanaan yang merupakan urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (sub urusan bencana). Dukungan dimaksud berupa perencanaan penganggaran untuk membiayai program penyusunan dokumen Kajian Resiko Bencana, program mitigasi, penanganan dan pasca bencana (rehab/rekon) dan peningkatan kualitas  SDM baik pada BPBD, komunitas maupun masyarakat.

Kegiatan lokakarya yang dilaksanakan sejak tanggal 19-20 Juni ini dihadiri oleh 35 orang peserta dari unsur Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, perwakilan FORKOMPIMDA, intansi  vertikal dan Lembaga Sosial Kemasyarakatan. Adapun out put dari kegiatan ini adalah Penyusunan Rumusan Rekomendasi yang terdiri dari :

1.    Perangkat daerah bertanggung jawab dalam melaksanakan rencana operasional;

2.    Peran aktif masyarakat memberikan informasi bencana kekeringan diwilayahnya;

3.    Pembentukan Tim Finalisasi Renkon Draft I;

4.    Support data dari Perangkat daerah terkait;

5.    Up date peta risiko kekeringan Kab. Sikka;

6.    Koordinasi via surat permohonan data kekeringan ke BMKG Kupang;

7.    Target penyelesaian Renkon bencana kekeringan pada Bulan Agustus.

Dengan adanya lokakarya ini diharapkan Kabupaten Sikka menjadi Kabupaten Tangguh bencana, diawali dengan adanya kebijakan sistematis penanggulangan bencana berupa dokumen Kajian Resiko Bencana, Komunikasi Informasi dan Edukasi, Rencana Penanggulangan Bencana, dan Rencana Kontijensi Per jenis bencana. Charlos Saka-PPM

  • 20 Juni 2024
  • bidangppm
  • Bapelitbang