• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Berdayakan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Kupang, 21 – 23 November 2022, bertempat di hotel On The Rock, diselenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Bimbingan Teknis Kader Pembangunan Manusia (KPM) Percepatan Penurunan Stunting di Desa yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan dan Transmigrasi. Pada pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda Provinsi NTT, Esron Melsis, S.E., M.Si menyampaikan materi terkait kebijakan dan strategi program percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT, pada kesempatan ini Esron menyampaikan bahwa di NTT terjadi penurunan balita stunting selama 4 tahun berturut-turut dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dengan rata-rata penurunan setiap tahun sebesar 4,4% hingga pengukuran terakhir pada bulan timbang Agustus 2022.

          Kondisi stunting data hasil sementara Agustus 2022, terdapat 2 Kabupaten yang mengalami kenaikan prosentase stunting periode Agustus 2021- Agustus 2022, yaitu Kabupaten Manggarai Barat dan Sumba Tengah.

Strategi nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting salah satunya melalui 8 aksi konvergensi, yang melibatkan peran lintas sektor. Peran Bapelitbang antara lain pengawalan dan penguatan 8 aksi konvergensi yang salah satu aksi beririsan dengan peran dan tugas KPM yaitu pada aksi  5 pembinaan pelaku dan pemerintahan Desa/Kelurahan yaitu KPM dan Tenaga Pendamping Keluarga.

          Penyelenggaraan ToT Bimtek KPM ini memuat 5 pokok bahasan antara lain:

1.  konsep dan kebijakan terkait konvergensi penurunan stunting di Desa; dengan tujuan antara lain peserta dapat menjelaskan konsep/pengertian stunting dan dapat mensosialisasikan konsep dan kebijakan terkait stunting.

2.  tugas dan fungsi KPM; dengan tujuan antara lain peserta memahami prinsip dalam pelaksanaan tugas KPM dan peserta memahami peran KPM dalam konvergensi penurunan stunting.

3.   pendataan dan pelaporan dalan rangka konvergensi penurunan stunting di Desa; dengan tujuan antara lain peserta dapat menyebutkan sasaran program percepatan penurunan stunting yang ada di Desa, peserta dapat menyebutkan sumber data seluruh sasaran, seluruh layanan, sasaran yang datang ke layanan dan cakupan layanan yang diterimanya, peserta dapat menjelaskan fungsi dashboard dan fungsi android, menu yang ada dan usernya serta dapat menggunakannnya dan peserta dapat menjelaskan output dari hasil pendataan.

4.  fasilitasi pemanfaatan data stunting di Desa; dengan tujuan antara lain peserta dapat memaparkan diagnosis permasalahan layanan stunting di desa dalam forum rembuk stunting di desa dan peserta dapat memfasilitasi perumusan masalah berdasarkan informasi dari dashboard maupun usulan kegiatan yang akan disampaikan dalam musyawarah desa perencanaan pembangunan desa

5.  fasilitasi pelaksanaan pembangunan Desa terkait stunting; dengan tujuan antara lain peserta mengetahui layanan/ kegiatan terkait percepatan penurunan stunting yang ada di Desa, serta peserta memahami siapa yang wajib menyediakan/penanggungjawab layanan dimaksud sesuai dengan kewenangannya.

          Pada kegiatan ini juga diperkenalkan aplikasi electronic Human Development Worker (e-HDW) yang memfasilitasi dan mempermudah tugas manajemen kasus KPM, serta mengidentifikasi kesenjangan utama dalam pemberian layanan, sehingga KPM lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.

 

Salam

  • 25 November 2022
  • bidangppm
  • Umum